SINTA PENGUSAHA KERIPIK PISANG YANG SUKSES


Sinta perempuan usia 22 tahun ini tidak hanya membantu keluarganya dari kemiskinan selama bertahun-tahun, melainkan menjadi pengusaha yang hebat. Dia adalah perempuan yang termasuk beruntung, karena bisa menuntut ilmu hingga kejenjang universitas.  Semasa kuliahnnya ia berfikir untuk menambah uang jajan dengan cara berbisnis kecil-kecilan yang  malah membuatnya menjadi jutawan.

Sinta dilahirkan di keluarga yang tidak berkecukupan secara materil, dari SMA dia sudah membantu keluarganya dengan bekerja sebagai buruh di industri keripik pisang. Selama enam bulan ia bekerja di industri itu dan dapat upah yang cukup lumayan untuk membantu keluarganya. Selama bekerja di pabrik keripik pisang ia banyak mendapat ilmu.dari mulai memilih pisang yang berkualitas bagus, memotongnya menjadi irisanyang tipis, menggorengnya hingga renyah, sampai memberi variasi rasa. Kota lampung sudah terkenal dengan keripik pisangnya. Berbagai varian rasa sudah sangat berkembang di sana. Pisang yang awalnya hanya sebagai hidangan penutup ketika makan berubah menjadi cemilan atau makanan ringan. Itulah yang membulatkan tekadnya sinta untuk usaha sebagai pembuat keripik pisang. Dari berawalkan modal 3 juta rupiah, ia belanjakan sejumlah barang untuk memulai usaha antara lain peralatan dapur dan bahan dasr pisang.

Ternyata membuat keripik tidak mudah. Ada standar khusus yang ditetapkan bagi para pengusaha keripik  pisang. Akhirnya standar keripik pisang yang telah di tetapkan pun bisa tercapai. Perjalanan sinta untuk meraih kesuksesan tidak lah mudah. Salah satu kendalanya adalah pemasaran. Awalnya dia tidak tahu  bagaimana caranya memasarkan produknya karena dimana-mana sudah banyak yang menjual keripik pisang. Dia juga tidak bisa menggaji para pegawai untuk membantunya. Pada akhirnya dia mengandalkan saudaranya untuk membantunya dan dua temanya yang sudah berpengalaman. Selain membantu proses pembuatan keripik, kedua teman sinta itu membantunya mengemas produk. Tak hanya itu, mereka juga memasarkan produknya ke sekolah-sekolah, toko cemilan, dan toko cendramata yang di kunjung oleh wisatawan.

Sinta memberi merek keripiknya adalah istana keripik ibu mery. Ia mamberi nama ibunya pada produk kripiknya, karena sering mendapat cemoohan dari masyarakat sebab di anggap miskin dan tidak berpendidikan. Dengan mencantumkan nama ibunya, ia ingin orang banyak tahu bahwa nasib orang bisa saja berubah.

Baru tiga tahun usahanya berjalan,ia sudah bisa membuka lapangan perkerjaan bagi 13 karyawan. Sebagian dari mereka adalah tetangganya sendiri. Sinta ingin mengembangkan kesejatraan orang-orang disekitarnya dan membantu mereka  semampunya. Meski telah tumbuh sebagai jutawan muda.



About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.