Buruknya Etika Persidangan Pansus Century


Masyarakat Indonesia sejak kecil sudah diajarkan tata krama, sopan santun dan budi pekerti oleh orang tua masing-masing maupun dengan lingkungannya. Sehingga ketika dewasa menjadi orang yang mengerti tata krama dan sopan santu dalamkehidupan sehari-hati. Saya tidak tahu apakah para anggota Pansus Angket Century pernah diajari tata krama, sopan santun dan budi pekerti?
Dalam suatu rapat, pemotongan terhadap pembicaraan seseorang ketika hendak menyampaikan keterangan merupakan suatu hal yang tidak mengenakan. Di dalam semua budaya baik di barat dan timur, keduanya menjunjung etika penyampaian pernyataan di depan publik. Pelanggaran terhadap etika tersebut terjadi dalam beberapa kali rapat Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Abank Century DPR.

Prosedur tanya jawab Pansus Angket Bank Century merupakan salah satu mekanisme teknis dalam rapat penyelidikan pansus. Didalam rapat pansus yang terdiri dari 30 orang anggota berasal dari 9 partai, dimana masing-masing anggota mempunyai hak tanya maksimal 20 menit dengan catatan pertimbangan proporsionalitas. Dalam beberapa kali rapat pansus, tata teknis rapat masih diperdebatkan dan menjadi ironis ketika setiap rapat banyak terjadi perdebatan mengenai standard proporsionalitas hak tanya setiap anggota kepada saksi, dan terkadang banyak yang menyela ketika ketua pansus, anggota lain sedang menanyakan ataupun dari para saksi yang sedang memberikan keterangan .

Seperti yang terjadi sebelumnya, ketika rapat pansus dipimpin oleh Gayus Lumbun dari Fraksi PDIP diprotes oleh Ruhut Sitompul dari Fraksi PD yang dinilai kurang adil dalam membagi waktu, adanya keberpihakan terhadap kelonggaran waktu yang diberikan ketua rapat kepada Fraksi PDIP dalam memberikan pertanyaan kepada saksi , tiga pejabat tinggi BI, sehingga mengakibatkan debat kusir dan ejekan yang selayaknya kurang etis untuk diperdengarkan dalam rapat kemarin, termasuk ketika pemanggilan Jusuf Kalla, etika seorang anggota pansus dipertanyakan, Ruhut Sitompul, membuat ulah kembali melalui kata-kata sindiran dan celetukan yang seharusnya tidak dikeluarkan dengan pertimbangan asas kepatutan, padahal esensi pertanyaan yang dilontarkannya terlalu subjektif dan terkesan menghakimi saksi.

Sikap yang ditunjukan oleh beberapa kader dalam perwakilan di persidangan Century dapat membahayakan posisi partai sendiri terutama dalam hubungan kelembagaan maupun mengakibatkan inkonsistensi dari esensi yang hendak dituju bersama oleh pansus dalam membongkar kebenaran Bank Century serta melemahkan positioning di depan publik. Kekecewaan terhadap perilaku anggota pansus juga dilontarkan oleh SBY selaku Presiden yang merupakan partner dari legislatif dan Ketua DPR, Marzuki Alie yang keduanya menyatakan perkembangan dan perilaku beberapa anggota pansus yang kurang etis saat bertanya dan terkesan menyudutkan saksi atau narasumber.

Cara yang paling efektif dalam meminimalisir perilaku yang kurang etis dikalangan para anggota pansus, seperti ketika sudah memulai rapat, sebagai ketua rapat diharapkan dapat mengambil keputusan secara tegas terhadap anggota-anggota yang tidak patuh terhadap aturan dengan memberikan peringatan keras tanpa terpancing kondisi dan suasana yang telah terbangun ataupun dengan mengeluarkan dalam rapat.

Selain itu, secepatnya diperlukan pengajian aturan main dalam kode etik dan tata tertib DPR serta diadakan rapat pemeriksaan untuk merumuskan apakah akan memberikan peringatan khusus kepada Pansus yang dipimpin oleh Idrus Marham dari Fraksi Partai Golkar. Yang lebih penting dari itu semua adalah kesadaran setiap anggota ketika hendak menyela tetap menjunjung tinggi dan menghormati hak anggota lainnya yang sedang berbicara maupun hak dari para saksi dalam memberikan jawaban, serta mengendalikan dan mengontrol emosi agar tidak berlebihan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s